
Act 5: Shadow of Glory

Rover tiba-tiba merasakan getaran kuat yang menyeruak dari arah Sonoro milik CartethyiaโInverted Tower. Energi itu terasa asing, seperti ada sesuatu yang tidak stabil di dalamnya.
โHer frequencyโฆ tidak stabil,โ batinnya. Perasaan itu membuatnya gelisah. Ia segera bergegas, mengikuti jejak Resonance Energy yang tercecer di sekitarnya.
Tempat itu kacau. Sisa-sisa ledakan Resonance masih terlihat jelas. Abby mengibaskan tangannya, menatap sekeliling dengan heran. โAstagaโฆ berantakan sekali. Seperti baru saja dihantam habis-habisan.โ Ia mengernyit, lalu mengangguk. โTidak salah lagi, ini sisa frekuensi Cartethyia. Tapiโฆ ke mana dia pergi?โ
Rover mencoba mencari tanda kehidupan, namun tak ada jawaban. Ia menoleh pada Abby. โBisa tahu ke mana jejak ini mengarah?โ Abby menutup mata sejenak, merasakan aliran energi. โDi sana. Tapiโฆ agak kacau. Rasanya goyah.โ Rover mengikuti arah yang ditunjukkan. โItuโฆ menuju ke sebuah kepulauan, seberang Ragunna.โ
Jejak itu masih segar. Waktu mereka terbatasโjika tak segera diikuti, semuanya akan hilang. โHaruskah kita pergi sekarang?โ tanya Abby, sedikit cemas. โYa,โ jawab Rover tegas. โDengan Threnodianโs will sudah lenyap, seharusnya Cartethyia takkan kehilangan kontakโฆ kecuali memang ada yang sangat salah.โ
Namun sebelum berangkat, Rover memutuskan untuk menghubungi Cantarella. Suara lembut namun sinis itu terdengar di telinganya. โOh, panggilan dari Laureate yang terhormat. Apa ini? Rindu ketenangan kastilku, hmm?โ
Rover menjelaskan apa yang terjadi. Mendengar nama Cartethyia hilang, Cantarella terdiam sejenak. โCartethyia hilangโฆ mengerti. Itu memang masalah yang mendesak.โ
Rover menegakkan tubuhnya. โSebelum aku berangkat mencarinya, aku ingin tahu lebih banyak tentang kepulauan itu.โ Cantarella tertawa kecil. โBerhati-hati, ya? Baiklah, aku takkan bertele-tele. Kepulauan itu bernama Septimont.โ
Ia kemudian menjelaskan bahwa Septimont adalah salah satu city-state di Rinascita. Sama seperti Ragunna, orang-orangnya dahulu dipandu oleh Sentinel melintasi samudra untuk menetap di sana. Namun seiring waktu, perbedaan pandangan membuat keduanya berpisah jalan.

โSeptimontians tidak percaya pada Sentinel,โ jelas Cantarella. Rover mengernyit. โKupikir itu keyakinan umum di seluruh Rinascita?โ โBahkan dari asal yang sama, hati dan pikiran manusia bisa melenceng ke arah yang tak terduga,โ jawab Cantarella pelan.
Septimont, katanya, adalah kota para pejuang. Dengan semboyan sederhana: โAll for glory, fear no death.โ Mereka memuja pahlawan, bukan ilahi.
Di bawah kendali The Order, Ragunna menutup perbatasannya dari orang-orang Septimont. Namun sebaliknya, Septimont tidak pernah menutup pintunya, bahkan lebih ramah kepada para pendatang.
โSekarang, Septimont sedang menjadi tuan rumah Great Agon,โ tambah Cantarella. โPerayaan besar yang menjadi nadi perekonomian mereka. Musim seperti ini akan menarik orang dari berbagai penjuru.โ
Rover menghela napas. โSepertinya memang saat yang tepat untuk berkunjung ke Septimont. Terima kasih, Cantarella.โ Cantarella tersenyum samar, suaranya terdengar hangat namun penuh teka-teki. โKau adalah sekutu abadi Fisaliasโฆ dan tentu saja, tamu terhormatku. Tidak perlu formalitas di antara kita.โ
Sepanjang perjalanan menuju Septimont, Abby tampak gelisah. Ia menggenggam dadanya, jantungnya berdegup kencang. โAku nggak sakit,โ katanya ketika Rover menoleh khawatir. โCumaโฆ rasanya aneh. Seperti ada sesuatu yang kusut, semua bercampur jadi satu.โ
Rover tidak bisa mengabaikan firasat itu. Ia hanya menatap ke depan.
Saat akhirnya tiba di Septimont, udara asin laut menyambut. Rover menoleh ke Abby, tapi tak ada jawaban. Tacet Mark pun tidak bereaksi. (Tidur? Atau ada sesuatu yang lebih burukโฆ) pikirnya. Bayangan Cartethyia kembali muncul di benaknya. Dulu dia pernah membantu Abby. Andai saja dia ada di siniโฆ

Mereka berbagi benang kekuatan dari Imperator. Rover mencoba memfokuskan diri, berusaha merasakan keberadaan Cartethyia. Sekilas, ia melihatnyaโberdiri menghadapi makhluk setengah manusia setengah singa, entah Tacet Discord atau Echo yang unik.
Rover menelusuri jejak yang ditinggalkan Cartethyia, hingga tiba di sebuah gua. Saat tangannya menyentuh patung dingin di dalamnya, bisikan samar terdengar: teriakan perang, dentingan senjata, tawa para pejuang yang sudah gugur. Sebuah armor tua bergetar, seolah menyuarakan kerinduan abadi akan kejayaan.
Ini mungkin sebuah Echoโฆ Echo yang menunggu seorang pejuang sejati.
Resonance itu beresonansi dengan Rover, seakan gembira mengenang pertempuran masa lalu.
Sepertinya aku sudah menemukan teman pertamaku di Septimontโฆ
Keluar dari gua, Rover menatap hamparan luas di depannya. โJadiโฆ inilah Septimont.โ

Di tempat yang tak dikenal, Cartethyia berjalan pelan. โJejak ini akan membawamu padaku, Rover. Dan ketika waktunya tiba, kau akan membawa kisah ini pada akhirnya yang semestinya.โ
Ia menghirup dalam-dalam. โAroma lautโฆ ada di depan sana.โ
Kembali ke Rover. Tak jauh dari sana, sebuah desa kecil berdiri. Rover melangkah masuk, berniat mencari informasi.
Warga desa menyambut riuh. Mereka berbincang seru soal pertandingan Great Agon yang sedang berlangsung. Nama Blue Furies dielu-elukan, dianggap tak terkalahkan meski banyak yang meremehkan mereka. Suasana penuh taruhan dan spekulasi tentang siapa yang akan keluar sebagai juara.

Melihat Rover, salah seorang warga menyapanya ramah. Bajunya yang asing membuat mereka menebak-nebak asalnya. Rover menjawab singkat, lalu menanyakan seseorangโCartethyia.
Sayang, tak ada yang mengenalnya. Warga hanya menyebut kalau kebanyakan Ragunnesi yang datang biasanya dari Troupe of Fools atau bangsawan Montelli. Kalau ada anggota Order lewat, pasti sudah jadi perhatian.
Rover lalu bertanya tentang makhluk setengah manusia setengah singa yang ia rasakan sebelumnya. Mata warga itu berbinar. โItu pasti Guardian Echo Septimont! Lioness of GloryโArsinosa!โ
Mereka menjelaskan dengan bangga. Sejak leluhur mereka tiba di tanah ini, peperangan melawan alam keras dan Tacet Discord melahirkan banyak jiwa pemberani. Reverberation mereka menyatu dengan tanah, melahirkan Arsinosaโsosok singa perkasa yang lahir dari raungan pertempuran dan kebanggaan membara.
Sebagai pelindung Septimont, Arsinosa biasanya hanya muncul saat Great Agon. Mendapatkan restunya adalah kehormatan tertinggi bagi seorang Septimontian.
Tapiโฆ kenapa Cartethyia harus menghadapi Guardian Echo milik Septimont?
Sebelum berpisah, warga menyarankan Rover untuk mencoba mencari informasi di penginapan sekitar kota. Mereka juga mengingatkan bahwa final Great Agon akan digelar di Colosseumโsatu-satunya kesempatan untuk menyaksikan Arsinosa.
Tentang Sentinel dan Septimont
Saat bertanya pada warga, Rover mendengar kisah tentang perbedaan keyakinan Septimont dengan Ragunna. Bagi Septimontians, Sentinel bukanlah dewa, melainkan kawan seperjuanganโpemandu yang menguatkan mereka di masa sulit. Keberanian manusia adalah inti kekuatan, bukan doa pada sesuatu yang tak terlihat. Sebaliknya, mereka menilai Ragunnesi sudah melenceng, terlalu memuja Sentinel dan melupakan arti perjuangan itu sendiri.
Tentang Arsinosa
Seorang warga senior dengan bangga menceritakan tentang Lioness of Glory, Arsinosa. Dulu hanyalah patung gryphon, tetapi tekad rakyat Septimont untuk menang melahirkan Echo Iudicis yang agung. Bahkan Sentinel sendiri pernah datang setelah kelahiran Arsinosaโnamun sejak saat itu, tak pernah kembali lagi. โDia adalah bukti semangat kami. Penjaga yang akan mengawasi Septimont selamanya,โ ujar sang warga penuh hormat.
Rover mencoba meraba jejak Resonansi di sekitar Septimont.
Frekuensinya mirip Echo di Ragunnaโฆ mungkin juga lahir dari kekuatan Imperator. Tapi kenapa tidak stabil? Seolah ada sesuatu yang mengganggu. Sama persis seperti kata Abbyโฆ
Jejak itu terasa dekat, tapi sulit ditentukan arahnya.

Tiba-tiba, seorang perempuan berpenampilan nyentrik menyapanya. โBoss, wajahmu serius sekali!โ katanya ceria. Ia memperkenalkan diri sebagai Buling, seorang Taoist pengelana dari Mengzhou. Dengan gaya bercanda, ia menawarkan jasa ramalan, menyinggung soal Jianxin, dan mengingatkan Rover bahwa feng shui Rinascita sedang โburukโโsebuah tanda ketidakberuntungan.
Rover hanya mendengarkan sambil menyimpan rasa waspada. (Sekilas percakapan mereka tidak memberi jawaban, tapi Buling jelas bukan orang biasa.)
Di jalanan kota, Rover melihat seorang gladiator berambut merah twintail mengejar sekelompok gladiator. Saat salah satu serangan gadis itu nyaris menghantamnya, Rover menangkis. Seketika, gladiator itu berhenti danโฆ mengendusnya seperti serigala. โHm. Tidak buruk,โ katanya dingin.

Beberapa gladiator mencoba menyerang dari belakang, namun dengan mudah gadis itu melumpuhkan mereka. Namanya Lupa. Ia memaki lawannya yang bernama Emilio, menuduhnya melakukan kecurangan menjelang Agon. Emilio membela diri dengan getir, sebelum akhirnya kabur bersama kelompoknya.
โJangan salah sangka, Rover,โ kata Lupa setelah suasana reda. โSeptimont tidak semuanya busuk seperti mereka.โ
Lupa menjelaskan, Emilio dulunya adalah rekannya. Namun kini ikut bermain kotor bersama keluarga bangsawan House of Silva. Ia sendiri sudah lama dicampakkan dari nama besar itu karena menolak tunduk.

Lupa lalu menatap Rover tajam. โKau kuat. Bagaimana kalau kita bertarung bersama di final Agon?โ
Rover sempat tertegun. Ia merasakan frekuensi Cartethyia samar-samar dari Lupa, meski gadis itu mengaku tak mengenalnya. Ia juga menyebut nama Arsinosa, satu-satunya petunjuk yang Rover punya.
โJika kau ingin mencari temanmu itu,โ Lupa menambahkan, โfinal Agon adalah kesempatan terbaikmu. Arsinosa akan muncul di sana. Juara Agon akan diakui, dihujani hadiah, dan yang terpentingโฆ mendapat perhatian semua pihak. Itu akan membantumu.โ
Rover menimbang sejenak.
Kalau ingin menemukan Cartethyia, ini jalannya.

โBaik,โ katanya akhirnya. โAku ikut.โ Lupa tersenyum puas. โItu semangat yang kusuka! Kalau begituโฆ ayo kita daftarkan tim kita.โ
Di hadapan terminal pendaftaran, Rover berdiri bersama Lupa. Boethia, petugas pendaftaran, sempat kaget melihat kedatangan Lupaโseorang Contender terkenal dari tim Bough of Legions.
Namun Lupa menegaskan bahwa masa lalunya bersama tim lama sudah berakhir. Kini ia datang bersama Rover, membentuk sebuah tim baru. Ia bahkan menyerahkan hak pemberian nama tim kepada Rover.

โWuthering Waves,โ jawab Rover mantap. Lupa tersenyum puas, merasa nama itu selaras dengan identitas Septimont yang selalu hidup berdampingan dengan suara ombak. Mereka pun resmi mendaftarkan diri, sekaligus mengajukan syarat khusus: ikut serta dalam special qualifier demi lolos ke Great Agon, ajang gladiator terbesar yang hanya digelar setiap empat tahun sekali.
Arena pertama mempertemukan tim Wuthering Waves dengan tim Vulcan Mining. Pertarungan berlangsung sengit, penuh dentuman senjata dan sorakan penonton. Namun Rover dan Lupa berhasil menunjukkan kerja sama mematikan, menumbangkan lawan dengan gaya yang memukau.
โPerfection! Rasanya sudah lama aku tidak menikmati pertarungan seperti ini,โ seru Lupa dengan senyum lebar. Rover hanya menanggapi rendah hati, tapi jelas ia pun menikmati adrenalin itu.

Sorak-sorai kecil makhluk penonton menambah riuh kemenangan mereka, dan Rover sempat membandingkan semangat mereka dengan bayi Gryphon yang pernah ditemuinya.
Namun suasana tiba-tiba berubah kacau. Penonton berkerumun, berusaha mendekati Lupa. Ada yang meminta tanda tangan, ada yang bertanya soal masa lalunya di Bough of Legions, ada pula yang mengumbar gosip tentang alasan Lupa membentuk tim baru. Rover akhirnya sadar: Lupa bukan hanya gladiator biasa, ia adalah seorang selebritas.
Mengetahui kerumunan tak bisa dihindari, Lupa menggenggam tangan Rover. โIkuti aku, jangan lepas!โ katanya sambil tertawa. Mereka pun kabur bersama, meninggalkan arena dengan napas terengah namun hati yang ringan.
Di perjalanan menuju kota, Lupa sempat menggunakan terminal pribadinya, mengirim pesan kepada โpihak tertentu.โ Ia lalu menjelaskan pada Rover tentang keluarganyaโHouse Silvaโsebuah keluarga bangsawan yang berkuasa melalui kekuatan, ketenaran, dan juga bisnis taruhan ilegal.
โDi sini, semua orang ingin menggigit daging paling lezat,โ katanya dengan perumpamaan tajam. โDan kabar aku keluar dari tim lama akan segera membuat para pemburu keuntungan itu ribut.โ

Tiba-tiba, seorang pria menunggu di jalannya. Cartur, mantan manajer Lupa di Bough of Legions. Dengan lidah manisnya, ia mencoba merayu Lupa agar kembali ke keluarga Silva. Namun Lupa menolak mentah-mentah, bahkan menuduhnya terlibat dalam praktik kotor match-fixing.
Cartur hanya tersenyum dingin. โSilvas membesarkanmu jadi bintang, dan mereka juga bisa memadamkanmu,โ katanya sebelum pergi. Tapi Lupa tidak gentarโia tahu aturan main di Septimont, dan siap melawannya.
Mereka melangkah melewati distrik bawah kota, menuju arena berikutnya. Di sana, tim Blue Furies sudah menunggu. Pertarungan kembali berlangsung sengit, namun Rover dan Lupa berhasil menang dengan gaya spektakuler.

Saat pertempuran berakhir, Rover merasakan sesuatu aneh: sebuah energi samar mengalir dari tangan Lupa ke dirinya, membawa sekilas gambaran tentang Cartethyiaโsosok misterius yang berdiri di atas air. Hanya Rover yang menyadari hal ini.
Sementara itu, suara penonton terdengar bercampur: ada yang kagum, ada yang sinis, ada pula yang menyebarkan rumor tentang kepergian Lupa dari Bough of Legions. Namun Lupa tetap tersenyum santai.
โBiarlah mereka berkata apa pun,โ ujarnya. โYang penting aku punya rekan yang bisa kupercaya. Bersamamu, Rover, aku tak perlu lagi khawatir soal politik busuk. Hanya ada pertarunganโฆ dan kemenangan.โ
Setelah kemenangan itu, Rover meminta untuk mencari Cartethyia, merasa sosok itu pernah melewati sebuah wilayah berair di kota. Lupa pun membawanya ke area tua di dekat menaraโwilayah yang pernah ditinggalkan sejak Dark Tide pertama di Ragunna.

Di tepi air, Rover mencoba memanggil Cartethyia melalui resonansi Imperator. Namun sambungan itu terputus, meninggalkan rasa frustrasi.
Lupa menenangkannya, lalu bercerita tentang sejarah Septimontโtentang patung Tercules yang dulu berdiri megah, tentang lonceng kejayaan yang pernah bergema dari kota bawah.

Saat Rover naik elevator menuju kota atas, adegan beralih ke Cartethyia. Ia berjalan di reruntuhan yang diselimuti kabut. Di sana, ia menemukan seorang gadis berambut merah, terluka dan kelelahan, tanpa ingatan siapa dirinya.

Tiba-tiba, sekawanan Tacet Discord mendekat. Cartethyia menghunus pedangnya. โJangan takut. Hadapilah aku.โ
Adegan pun kembali pada Rover dan Lupa yang tiba di distrik atasโCapitoline Hill, jantung kejayaan Septimont.
Lupa memperkenalkan Rover pada kota bangsawan dan gladiator itu, menjelaskan filosofi yang dipegang masyarakatnya: โDi sini, kekuatan adalah segalanya. Asal usulmu tidak penting. Jika kau menang, panggung dan sorotan akan menjadi milikmu. Tapi kalau kau gagalโฆ kau akan ditelan bayang-bayang.โ

Setelah dua pertandingan keras, perut mereka mulai protes. Lupa mengajak Rover ke sebuah restoran ramai di distrik bawah. Aroma masakan langsung menyambut mereka, dan tanpa ragu Lupa memesan dua porsi besar serta sebotol Heartpour, minuman yang pernah ia promosikan.
Kehadiran Lupa langsung mengundang perhatian. Beberapa warga berbisik, membicarakan kepergiannya dari Bough of Legions. Fulvia, sang pemilik restoran, menegur mereka dengan tegas agar tak ada gosip di luar arena.
Meski begitu, suasana tetap hangat. Lupa bercanda dengan Fulvia, bernostalgia soal masa lalu bersama keluarga Silva. Ia lalu memperkenalkan Rover. Dengan satu tatapan, Fulvia tahu bahwa Rover bukan orang biasa. โNaluri penjaga kedai,โ ujarnya singkat.
Sayangnya, Heartpour sudah ludes terjualโbukti bahwa nama Lupa masih cukup kuat untuk melariskan apapun yang ia endorse. Rover sempat penasaran soal minuman itu, dan Lupa dengan malu-malu mengaku bahwa sebagian besar produk yang ia promosikan rasanya โbiasa saja.โ Namun Heartpour berbedaโitulah satu-satunya produk yang benar-benar ia sukai.
Di sela makan, Fulvia menyampaikan kabar bahwa rekaman pertandingan lama baru saja tiba, termasuk milik Contender Mya. Mendengar nama itu, mata Lupa berbinar. Ia menceritakan betapa Mya bukan sekadar gladiator berbakat, tapi seorang pejuang dengan hati sejatiโsetiap gerakannya di arena terasa penuh jiwa, bahkan lewat rekaman sekalipun.
Namun kisah Mya berakhir misterius. Ia menghilang di tengah Great Agon bertahun-tahun lalu, dengan banyak rumor yang menyertainyaโskandal taruhan, tekanan dari manajer, atau sekadar hilang tanpa jejak. Lupa mengaku kesal setiap kali memikirkannya. โKalau gagal sampai akhir, orang hanya akan melihatmu sebagai pecundang,โ ujarnya getir.

Usai makan, Lupa membawa Rover ke Leonidas Hotel, salah satu hotel paling bergengsi di kota. Dengan bangga ia mempersembahkan sebuah suite mewahโruang pribadi yang bisa digunakan Rover sepanjang tinggal di Septimont. Rover sempat terkejut dengan kemewahannya, namun Lupa hanya tertawa. โAku sudah bertahun-tahun hidup di arena. Rezekinya lumayan,โ katanya ringan.
Namun di balik tawa itu, Lupa mulai membuka hatinya. Ia mengaku bahwa gladiator bukan sekadar profesiโitu adalah hidupnya. Ia mencintainya, meski terkadang ada rasa takut yang menghantui.

โAku lahir untuk ini,โ ujarnya lirih. โTapi semakin aku mencintainya, semakin aku takut kehilangan segalanya. Apa yang sebenarnya kucintai? Pertarungannya? Atau perhatian yang menyertainya?โ
Rover menenangkannya dengan kata sederhana: bila cinta itu tulus, maka tak akan pernah pudar. Lupa terdiam, lalu tersenyum. โSemoga saja. Sampai aku terkubur di Vale of Glory.โ
Dengan itu, ia menyudahi percakapan. Besok adalah semifinal, dan mereka butuh istirahat.

Namun saat malam tiba, Rover tidak benar-benar tidur nyenyak. Ia tiba-tiba tersadar di sebuah ruang mimpi yang absurdโpenuh lembaran kata-kata melayang, kertas berterbangan, dan jalanan yang terbuat dari buku merah raksasa. Di ujung jalan, sebuah panggung terapung dihiasi bunga spider lily merah. Di sana, seorang perempuan sudah menunggu: Phrolova.
Di dunia mimpi itu, Phrolova berbicara dengan tenang. Ia menyebut pertemuan itu bukan medan perang, melainkan panggung perbincangan. Rover menuduhnya terlibat dalam hilangnya Cartethyia, tapi Phrolova hanya tersenyum. Ia mengatakan bahwa hilangnya gadis itu, anomali di Septimont, dan bahkan nasib Lupa sendiri adalah bagian dari sebuah โkisahโ yang ditulis oleh rekannyaโseorang sosok misterius dengan obsesi terhadap kisah para pahlawan.

Phrolova menyerahkan sebuah naskah kepada Rover. โJawaban yang kau cari ada di dalamnya,โ katanya. Ia lalu mengungkap sesuatu yang mengejutkan: menurut kisah itu, Lupaโsi gadis gladiatorโakan menjadi pembawa Dark Tide di Septimont.

โPada akhir pertandingan, semua kejayaan akan hancur. Kebanggaan para pahlawan akan lenyap dalam pusaran hitam,โ ujar Phrolova dingin. โKau bisa mengubah akhir kisah ini dengan mengakhiri hidupnyaโฆ atau membiarkan tragedi terulang.โ
Rover menolak begitu saja untuk percaya pada kata-katanya. Namun Phrolova hanya mengangkat bahu. โPercaya atau tidak, kisah akan berjalan sebagaimana ditulis. Pilihan ada padamu.โ
Dengan itu, panggung mimpi memudar, meninggalkan Rover dengan kegelisahan yang tak bisa ia abaikan.
Rover terbangun dengan kepala berat. Bayangan mimpi semalam masih menempel jelasโPhrolova, panggung bunga merah, dan ramalan mengerikan tentang Lupa. Ia mencoba menyembunyikan keresahannya, namun Lupa langsung menyadari.

โPagi, Rover! Hmm, kelihatannya kau kurang tidur.โ โCuma mimpi buruk,โ jawab Rover singkat. โAyo, tujuan kita berikutnya Colosseum Olymdos, kan?โ โBetul sekali. Ayo kita menjemput kemenangan!โ
Begitu mereka tiba, sorak sorai penonton menyambut dengan dahsyat. Arena itu megahโarsitektur klasik Septimont dipadukan dengan teknologi holografis modern, menciptakan pemandangan yang spektakuler.

Lupa menjelaskan bahwa mereka akan menghadapi Bough of Legions, rumah lama yang dulu menaunginya. Kekalahan bukan pilihan, apalagi dengan Domina Julia yang terkenal licik. โHari ini kita buktikan kalau kemenangan bisa diraih tanpa rekayasa,โ katanya penuh semangat.

Dari podium tertinggi, seorang wanita berambut jingga menyala berdiri. Dialah Ephor Augusta, pemimpin tertinggi Septimont. Dengan suara lantang, ia membuka Agon, mengingatkan semua orang bahwa gladiator adalah nadi kota ini dan hanya mereka yang kuat pantas mempertahankan kejayaan. โBiarkan Agon dimulai!โ serunya, disambut riuh massa.
Dengan pengumuman dari Caia, pertandingan resmi dimulai: Wuthering Waves versus Bough of Legions. Arena pun bergemuruh.
Lupa menghadapi Emilio dengan penuh percaya diri. โAyo kita selesaikan ini secara adil!โ teriaknya. Rover dan Lupa bertarung serasi, bergerak seolah satu jiwa. Namun di tengah pertarungan, sesuatu yang ganjil terjadi.

Tombak merah milik Lupa tiba-tiba memancarkan aura kelam, bergetar seolah hidup. Mata Lupa membelalakโia kehilangan kendali, dan ujung tombak itu justru mengarah ke Rover. Dengan refleks cepat, Rover menangkisnya. Saat itu, ia merasakan frekuensi asingโresonansi yang sama dengan Dark Tide di Inverted Tower. Dengan kekuatannya, Rover berhasil meredam tombak itu, menyelamatkan Lupa.
โTerima kasihโฆโ bisik Lupa dengan wajah pucat, sebelum mereka kembali melanjutkan pertarungan dan menumbangkan lawan hingga babak belur.
Begitu pertandingan usai, Lupa menghadap langsung Ephor Augusta. Ia menuduh House Silva menanamkan sesuatu pada tombaknya. Julia Silva maju, menyangkal keras. โBuktikan tuduhanmu!โ ujarnya sinis, sambil mengungkit jasa keluarganya pada kejayaan Septimont.
Namun perdebatan itu terhenti ketika sebuah suara tegas menggema. Dari samping Augusta, seorang gadis berambut biru gelap turun dengan langkah anggun. Dialah Iuno, Priestess of Septimont. Tatapannya tajam menembus Julia.

โKebohonganmu ternoda di hadapan roh bulan dan bintang. Bersalah!โ Dengan satu kata itu, arena seakan membeku. Augusta menegaskan keputusan: House Silva diusir dari Septimont selamanya. Julia tak punya pilihan selain tunduk pada putusan tersebut.
Sebelum pergi, Iuno sempat menoleh pada Rover dan Lupa. โPertunjukan kalian tadi tidak sepenuhnya gagal. Jangan kecewakan aku atau Augusta di final besok.โ

Setelah drama itu, Lupa dan Rover menuju lounge untuk beristirahat. Di sana, mereka bertemu Cartur, seorang manajer cerdik yang sebelumnya menangani sponsor Silva. Ia langsung memotong pembicaraan: โSilvas sudah selesai. Aku bisa pastikan reputasimu aman, Lupa. Sebagai gantinya, izinkan aku jadi manajermu tahun depan.โ
Lupa tertawa sinis tapi akhirnya menyetujui, dengan syarat kontrak baru disusun sesuai keinginannya. Percakapan berlanjut tentang keputusan Augusta dan pengaruh Iuno. Rover diam-diam merenungkan kembali resonansi tombak Lupa yang mirip Dark Tideโapakah benar seperti yang Phrolova ramalkan?

Lupa yang mulai lelah akhirnya bersandar di bahu Rover. โBesok final. Tapi sekarangโฆ biar aku istirahat sebentar saja.โ Lupa kemudian tertidur untuk beberapa waktu di pundak Rover.
Tak lama kemudian, para penonton, reporter, dan penyair mulai berdatangan, memuji kemenangan mereka. Namun Lupa dengan cepat menyingkirkan mereka. โBeri waktu untuk rekanku. Dia masih baru di Septimont. Jangan buat kesan buruk, ya?โ katanya tegas.

Rover hanya bisa terdiam, menatap tombak merah yang kini tampak tenang di samping Lupa. Tapi hatinya penuh kegelisahan.
Setelah hiruk pikuk pertarungan dan drama House Silva, Rover menyelinap keluar mencari tempat sunyi. Di antara pilar-pilar Colosseum Olymdos yang megah, ia berdiri seorang diri, menatap langit yang mulai meredup.

Lupaโฆ aku merasakan resonansi Threnodian dan Dark Tide pada tombaknya. Meski hanya sesaat, itu nyata. Tapi dia menganggapnya sekadar trik kotor keluarga Silva. Jika benar kata Phrolova, maka ada tangan lain yang sedang menenun jalannya cerita ini. Namunโฆ seberapa jauh mereka bisa membelokkan takdir? Jika ini dunia nyata, aku tak mungkin sanggup mengangkat tangan melawan Lupa. Satu-satunya jalan adalah menunggu Arsinosa di final. Dia adalah benang yang bisa menghubungkanku ke Cartethyiaโฆ
Pikiran itu terhenti saat suara riang yang familiar menembus kesunyian. โBoss! Wajahmu kusut banget. Ada yang bikin galau, ya?โ

Buling muncul entah dari mana, senyum usilnya kontras dengan suasana serius. Dengan tinggi badan pendel, ia tampak seperti anak kecil yang terlalu santai menghadapi dunia.
โApa yang kau tahu, Buling?โ tanya Rover curiga. โIni pertemuan kedua kita, bukan kebetulan, kan?โ
โAku bisa merasakannya,โ jawab Buling, kali ini dengan nada lebih serius. โSeptimont terperangkap dalam anomali. Setiap kali kucoba mendekat, ia menghilang seperti asap. Tapi kauโฆ kau berbeda. Kalau aku ingin keluar dari kekacauan ini, aku harus pinjam sedikit kekuatanmu.โ
Ia lalu menyerahkan sebuah benda berkilau tembaga. โCermin Kebenaran. Anggap saja hadiah dari seorang Taoist. Melihat bukan berarti percaya, tapi kebenaranโฆ ada di balik pantulan dunia.โ
Begitu Rover menatap ke dalam cermin itu, dunia sekitarnya berubah kelabu. Suara-suara asing menggemaโbukan milik orang masa kini, melainkan bisikan dari masa lalu.

Ia melihat para penonton yang membicarakan seorang gladiator bernama Mya. Gadis yang bukan bangsawan, namun berhasil menembus Agon. Ada yang mendukung, ada pula yang mencibir, dan sebagian lagi hanya peduli pada taruhan.
Lalu adegan bergeser. Seorang manajer licik bernama John berbicara dengan instruktur yang gusar. Mya dikisahkan mengalami tekanan mental, menangis di lounge, namun tetap dipaksa bertarung demi uang dan sensasi massa. Para bangsawan di sudut lain menertawakan nasibnyaโmenjadikan tragedi Mya sekadar hiburan dan peluang bisnis.

Hingga akhirnya, Rover melihat sosok Mya sendiri. Seorang wanita berambut biru, wajahnya penuh luka batin namun juga menyimpan semangat membara. โAku ingin dilihatโฆ Aku ingin menangโฆ aku butuh uangโฆ tolong, jangan biarkan aku mengecewakan siapa punโฆโ bisiknya dengan suara gemetar.
Namun bayangan itu mendistorsi. Mya berubah, matanya diliputi kegelapan, auranya pekat seperti Dark Tide. Dan dalam sekejap, sosok itu berganti menjadi Lupa. Rover tersentakโdan dunia kembali normal.

โRover!โ suara Lupa memanggil, memecah lamunannya. Ia tersenyum sambil menyodorkan sebuah botol minuman. โIni Heartpour yang pernah kuceritakan. Cobalah, paling enak kalau dingin.โ
Rover menatapnya lekat-lekat, hatinya dicekam kegelisahan.
Resonansi ituโฆ Threnodian. Lupa, apa yang sebenarnya terjadi padamu?

Sementara itu, di garis waktu lain, Cartethyia menopang seorang gadis berambut merah yang kelelahan. Mereka berbicara tentang anomali, tentang waktu yang terdistorsi hingga dua dekade lalu, tentang Tidal Blight yang terus menyebar. โAku akan menghadapinya,โ kata Cartethyia dengan keyakinan tenang. โRighteous One akan segera tiba. Bersama, kita akan menutup semua celah kegelapan itu.โ

Malam menjelang saat Rover dan Lupa kembali ke Hotel Leonidas. Di atap terbuka, angin sore menyapu lembut, sementara kota Septimont berkilauan di bawah cahaya senja. Lupa terhempas ke sofa besar, tubuhnya kelelahan.
โLebih capek mengurus politik kotor daripada bertarung di arena,โ keluhnya.
Rover duduk di sampingnya, lalu bertanya pelan, โLupa, apa kau tahu banyak soal Mya?โ
Lupa menoleh, terkejut dengan pertanyaan itu. Namun ia tetap berceritaโtentang Mya yang penuh dedikasi, tentang rumor keruntuhannya, tentang bagaimana Julia Silva memandang rendah gadis itu. โSemua orang punya batas,โ ujarnya lirih. โKalau dia lari karena tak tahan, aku tak bisa menyalahkannya.โ
Ia lalu menatap langit Septimont yang mulai bertabur bintang. โApplause bisa hilang kapan saja. Tapi kesempatan, fasilitas, dan sumber dayaโฆ itu yang benar-benar berarti. Aku tak peduli dipakai siapa, asalkan mereka tahu batasnya. Tapi Silvasโฆ mereka melewati garis itu. Karena itulah aku meninggalkan mereka.โ

Lupa tersenyum samar, mengangkat gelas Heartpour-nya ke arah pemandangan kota. โLihatlah. Indah, bukan? Untukmu, Kota Septimont.โ
Rover menatapnya dalam diam. Hatinya masih terikat pada bayangan Mya, pada resonansi asing, dan pada ramalan Phrolova. Namun malam itu, ia hanya bisa menyimpan pertanyaan dalam hati, sembari bersiap menghadapi hari esokโfinal yang akan menentukan segalanya.

Hari penentuan pun tiba. Sorak sorai penonton membahana memenuhi Colosseum, menyambut final Agon. Dari atas tribun, Augusta berdiri anggun di sisi Arsinosa, sang Guardian Echo Septimont, yang diam-diam mengawasi jalannya pertandingan.
Rover memperhatikan Arsinosa itu dengan seksama. Ada sesuatu yang berbedaโia tidak sama dengan sosok yang pernah ia lihat saat berhadapan dengan Cartethyia.
Sebelum pertarungan dimulai, Lupa sempat bercerita. Ia menjelaskan tentang masa lalu Agon yang jauh lebih brutal: ketika para gladiator dulu dijebloskan dalam pertempuran bebas, dikelilingi Tacet Discords, dan hanya satu orang yang berhak keluar hidup-hidup sebagai pemenang. Salah satu legenda besar kala itu adalah Myaโyang pernah memegang gelar โBloody Agonโ dan bahkan menerima berkah Arsinosa sebelum akhirnya menghilang secara misterius.
Kini, berkat reformasi Augusta, Agon telah berubah. Lebih teratur, lebih adil, meski tetap sarat akan pertaruhan hidup dan mati.

Augusta mengangkat suaranya, lantang dan penuh wibawa.
โHari ini adalah hari final. Arsinosa menyaksikan, dan seluruh Septimont menantikan siapa yang layak menerima berkat sang Guardian. Tunjukkan kekuatanmu, buktikan bahwa kau mampu menjaga kemuliaan kota ini!โ
Sorak penonton menggema. Lupa menepuk bahu Rover dengan semangat. โDengar itu? Mereka menunggu kita! Ayo menangkan ini bersama-sama!โ
Pertarungan pun dimulai. Dua tim gladiator saling berhadapan, masing-masing ditemani oleh Echo mereka. Denting senjata dan riuh sorak menggetarkan udara.

Namun di tengah panasnya pertempuran, Rover merasakan sesuatu yang aneh. Waktu tiba-tiba melambat, penonton membeku, dan kabut merah menelan seluruh arena. Ia memanggil Lupa, tapi tak ada jawaban. Dari balik kabut, muncul gerombolan Tacet Discord yang mengerikan. Dan di saat bersamaan, Rover bisa merasakan frekuensi Cartethyiaโsemakin kuat, semakin dekat.
Layar bergeser ke dunia lain.

Di dimensi berbeda, Cartethyia sedang bertarung sengit melawan Arsinosa yang telah tercemar Dark Tide.
โSang Guardian yang dulu melindungi Septimont, kini hanya tinggal bayangan yang tercemarโฆ Tragedi.โ โAku akan memberimu pembebasan, sekaligus membongkar dalang di balik semua ini!โ
Pertarungan dahsyat itu membuat tempat tersebutโyang dinaungi langit gelapโhancur oleh sabetan serangan Cartethyia.

Kembali ke arena Rover, ia berhasil menaklukkan semua Tacet Discord yang muncul dari kabut. Dan ketika kabut itu sirna, ia kembali mendapati dirinya berada di pertarungan gladiator. Tak lama berselang, Rover dan Lupa berhasil meraih kemenangan.
Lupa, sambil terengah tapi tersenyum lebar, berseru:
โSebagai gladiator, ini kehormatan besar bisa berdiri bersama dan menang bersamamu, Rover!โ

Augusta mendekat, membawa aura karismanya. Ia mengalungkan medali kemenangan yang kini terbagi dua.
โIngatlah, gelar ini bukan sekadar lambang. Dahulu, hanya satu orang yang dinobatkan sebagai pemenang. Namun sekarang, medali ini kubagi, sebagai pengingat: kekuatan sejati bukan hanya milik mereka yang bertarung sendirian, melainkan mereka yang mampu melindungi satu sama lain.โ
Sorak penonton kembali membahana. Colosseum dipenuhi cahaya kemenangan.
Namun di sisi lain, di dunia yang berbeda, Cartethyia terus melanjutkan pertempurannya. Ia kini berhadapan dengan Cristoforo, sosok manipulatif yang berdiri di balik tragedi ini.
Cristoforo: โPara Septimontian sendirilah arsitek tragedi ini. Semua tangan berlumur darah, jadi siapa yang bisa menunjuk siapa?โ
Cartethyia: โAku tidak butuh alasan besar untuk menebas seorang penjahat sepertimu. Kau akan gagal, sama seperti Threnodian gagal menenggelamkan Rinascita ke dalam Dark Tide.โ
Cristoforo: โHehโฆ Kau tahu, kau sendirian tak bisa menghentikan ceritaku.โ
Cartethyia: โSendirian? Rover akan datang. Ia akan menemukan jalan untuk menyelesaikan semua ini.โ

Dan dengan tatapan membara, Cartethyia mengucapkan kata-kata terakhirnya:
โSemua yang kosong, semua yang dilanda Dark Tideโฆ pada akhirnya akan tersapu angin di ujung cerita.โ

๐ GLOSARIUM
Capitoline Hill
Kota pusat Septimontโrumah bagi Benteng Gryphon dan panggung Great Agon.
Ephor
Penguasa Septimont. Para Ephor memegang kekuasaan absolut, karena hanya yang kuat yang dianggap layak memimpin.
Guardian Echo
Lioness Glory, Arsinosa. Terlahir dari teriakan dan tawa pertempuran, menyatu menjadi wujud padat Echo, setengah manusia setengah singa yang perkasa. Sejak kelahirannya, ia telah mengawasi Kota Septimont.
House of Silva
Wangsa tempat Lupa berjuang. Sebagai salah satu garis keturunan pendiri Septimont, Wangsa Silva dulunya berakar kuat di puncak pengaruh kota. Namun, dengan munculnya Ephor baru, kejayaan masa lalu tersebut mulai memudar.
The Great Agon
Juga dikenal sebagai Agon of Champions adalah turnamen gladiator Septimont yang diadakan setiap 4 tahun. Ini adalah acara gladiator terbesar dan paling berpengaruh di Septimont, sekaligus pilar ekonomi utama kota, yang menarik banyak wisatawan yang ingin menyaksikan turnamen tersebut.
Tidal Blight
Bekas luka akibat sentuhan Dark Tide. Dapat muncul sebagai perubahan warna, pengapuran, atau bahkan pertumbuhan seperti karang, tergantung pada bagian mana yang rusak.
Last updated